Tito mengatakan, ini belajar dari bom Kampung Melayu, di mana bom pertama yang dibawa bomber bernama Ichwan Nurul Salam, sengaja dibuat lebih kecil untuk memancing orang datang berkerumun.
Selang lima menit, bom kedua yang berasal dari tas ransel milik Ahmad Sukri meledak. menurut Tito, ledakan kedua ini memang sudah dipersiapkan, ketika banyak orang mengumpul lalu terjadi ledakan keduanya.
Bom bunuh diri terjadi di Kampung Melayu, Jakarta Timur, Rabu 24 Mei 2017 sekitar pukul 21.00 WIB, ledakan terjadi dua kali dalam rentang waktu berdekatan.
Akibat bom Kampung Melayu, lima orang tewas, dua di antaranya diduga kuat pelaku dan tiga lainnya anggota kepolisian.









0 komentar:
Posting Komentar