Anggota DPRD Pasuruan, Muhammad Nadir Umar, yang juga kader PKS dijemput penyidik Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri di Bandara Juanda, Surabaya, setelah dideportasi pemerintah Turki.
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar mengungkapkan alasan Densus 88 menjemput dan memeriksa politikus PKS itu. menurut Boy, pemeriksaan terhadap WNI yang dideportasi dari Turki merupakan prosedur yang harus dilakukan.
Boy menambahkan kerja sama itu telah dijalin dengan otoritas pemerintah Turki dan Malaysia. mengingat banyak ditemukan kasus WNI yang berangkat ke Suriah melalui jalur Turki dan Malaysia. tak sedikit, WNI yang turut terlibat dalam konflik Suriah dan bergabung dengan ISIS.
Menurut mantan Kapolda Banten ini, kerja sama dengan Turki dan Malaysia sengaja dilakukan guna mencegah WNI bergabung atau turut dalam konflik negara Suriah.
Karena itu, Boy mengatakan bila ada WNI yang dideportasi dari Turki dan Malaysia maka pihaknya akan melakukan prosedur penjemputan dan pemeriksaan. hal ini guna memperoleh keterangan apakah WNI yang dideportasi itu terlibat dalam konflik di Suriah.
Sebelumnya, Tim Densus 88 Anti-Teror menjemput Anggota DPRD Kabupaten Pasuruan dari PKS Muhammad Nadir Umar. politikus PKS itu dijemput di Terminal T2 Bandara Internasional Juanda, Sabtu 8 April 2017 sekitar pukul 15.21 WIB, saat turun dari pesawat AirAsia dengan nomor penerbangan XT 327 rute Kuala Lumpur - Surabaya.
Muhammad Nadir Umar, kader PKS ini dideportasi dari Turki melalui Malaysia bersama Anggota LSM Forum Dakwah Nusantara (FDN) Budi Mastur. namun, Budi Mastur dijemput Densus 88 juga di Bandara Husein Sastranegara Bandung.
"Hasil interogasi, motivasi kedua WNI tersebut masuk ke wilayah Suriah dengan menggunakan cover relawan misi kemanusiaan, yang merupakan relawan dari Yayasan Qouri Umah. rencana dana yang disalurkan oleh yayasan ini, sebesar US$ 20.000 yang akan didonasikan kepada para pengungsi di Turki dan Lebanon," jelas Rikwanto.









0 komentar:
Posting Komentar